Maraknya Sabung Ayam di Kutorejo: Kanit Polsek Bungkam, Warga Resah Minta Propam Turun Tangan


MOJOKERTO — Praktik sabung ayam di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, kembali menuai sorotan setelah aktivitas perjudian tersebut terus berlangsung meski sebelumnya telah diberitakan dan menjadi perhatian publik. Ironisnya, konfirmasi kepada Kanit Polsek Kutorejo terkait maraknya aktivitas ilegal itu tidak mendapat respons. Diamnya aparat di tingkat Polsek makin memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Warga mengaku semakin resah akibat keberadaan lokasi sabung ayam yang dinilai merusak ketertiban dan memberikan contoh buruk bagi generasi muda. “Kami sangat gelisah, mas. Ini perjudian terang-terangan dan tidak ada tindakan tegas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ramai Setiap Akhir Pekan, Tutup Sehari, Buka Lagi

Temuan tim investigasi di lapangan menunjukkan bahwa arena sabung ayam di wilayah Kutorejo berada dalam kondisi ramai setiap akhir pekan. Aktivitas memuncak pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, dengan keramaian terbesar terjadi pada Sabtu, 29 November 2025.

Seorang narasumber di lokasi mengungkapkan bahwa arena tersebut nyaris tidak pernah berhenti beroperasi.
“Di sini ramai sekali, mas. Sabung ayamnya biasanya tutup paling cuma satu hari, lalu buka lagi. Kayak nggak ada yang berani menindak,” katanya.

Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas sabung ayam sudah berjalan lama dan terkesan mendapat pembiaran dari pihak tertentu.

Respons APH Dipertanyakan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum (APH), khususnya jajaran Polsek Kutorejo, untuk menertibkan praktik perjudian tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas aktivitas ilegal yang sudah meresahkan banyak pihak.

Konfirmasi kepada Kanit Polsek Kutorejo juga tak membuahkan hasil. Pertanyaan terkait maraknya sabung ayam, jadwal operasional, hingga dugaan pembiaran tidak direspons. Sikap bungkam tersebut menambah kecurigaan publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Masyarakat Minta Propam Turun Tangan

Melihat tidak adanya tindakan tegas di tingkat Polsek, masyarakat dan sejumlah pemerhati sosial mendesak Propam untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan.

“Kami sebagai kontrol sosial meminta Propam turun. Kami ingin tahu apakah ada pembiaran atau kelalaian terkait sabung ayam yang jelas-jelas meresahkan warga,” tegas perwakilan warga.

Menurut mereka, keterlibatan Propam penting untuk memastikan bahwa aparat bekerja sesuai aturan dan tidak ada oknum yang bermain mata dengan pelaku perjudian.

Menunggu Langkah Tegas

Sabung ayam bukan hanya merugikan secara moral dan sosial, tetapi juga berpotensi menjadi pemicu tindak kejahatan lain. Warga berharap aparat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas tersebut demi keamanan dan ketertiban lingkungan.

Hingga kini, arena sabung ayam di Kutorejo masih disebut bebas beroperasi. Masyarakat pun terus menunggu apakah aparat penegak hukum akan bergerak atau justru tetap memilih diam.

REDAKSI 

Lebih baru Lebih lama