SUMENEP,//KABAR BERITA _ Pelaksanaan proyek jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Rubaru, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikeluhkan warga, (22/01/2026.
Belakangan ini kritik muncul terkait mutu pekerjaan yang dianggap rendah dan kualitas kurang memadai. Dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan sehingga tujuan utama pemerintah dinilai belum tercapai akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jika kita lihat dari segi kualitas, tentunya jauh dari yang kami harapkan. Terus terang kami khawatir proyek ini tidak akan bertahan lama,”ucap nara sumber yang tak mau di publish.
"Meski baru sekitar dua bulan selesai dibangun kondisinya sekarang sudah banyak yang retak. Belum lagi soal transparansi, dari awal dimulainya pekerjaan memang tidak ada papan informasi proyek, bahkan hingga saat ini belum juga terpasang prasasti,"ungkapnya pada 9 Januari 2026.
"Jangan-jangan ada sesuatu yang menang sengaja ditutupi", imbuhnya.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, dalam proyek tersebut setidaknya ditemukan sekitar delapan (8) titik dengan kondisi rusak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan dari pihak terkait.
Informasi yang dihimpun media ini Jalan Usaha Tani (JUT) diketahui merupakan milik Idris. Dan pada saat ditemui di kediamannya ia membenarkan jika proyek tersebut adalah miliknya.
Idris juga memberikan keterangan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, Rofan yang kala itu masih bertugas di Rubaru meminta sejumlah uang sebesar Rp 5 juta rupiah dengan dalih untuk membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) terkait proyek tersebut.
Selain itu Idris juga menjelaskan jika program yang didapatnya melalui Kelompok Tani Wanita (KWT) dengan anggaran 100 juta rupiah.
Namun anehnya, saat Rofan dihubungi melalui panggilan WhatsApp justru memberikan penjelasan berbeda.
"Silahkan konfirmasi ke pak Idris, kebetulan program itu dari dewan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) lewat Disnaker. Dan saya tidak serta merta meminta uang,"kata Rofan.
"Tapi disitu saya punya jasa, seperti membuat proposal, gambar dan SPJ,"jelasnya.
Lalu apa sebabnya yang disembunyikan dari proyek ini? Sehingga perbedaan mencolok dari penjelasan keduanya antara Idris dan Rofan terjadi?
Tunggu kabar selengkapnya kami akan terus mengupasnya.
(Redaksi)
